dari aplikasi abang ojol jam kerja abang ojol dan komisi abang ojol
Oke, saya jelaskan kisah terbentuknya ojek online (ojol) dari awal hingga populer seperti sekarang.
Awal Mula Ojek Online di Indonesia
Sebelum ada aplikasi
Ojek konvensional sudah ada sejak tahun 1990-an di berbagai kota Indonesia, terutama Jakarta, sebagai transportasi cepat untuk menghindari macet.
Sistemnya masih manual: penumpang mencari pangkalan ojek, lalu negosiasi harga langsung.
Lahirnya Ide Ojek Online
Sekitar tahun 2010, Nadiem Makarim mendirikan Gojek sebagai layanan pemesanan ojek lewat telepon call center.
Awalnya, hanya ada beberapa puluh driver, dan pemesanan dilakukan secara manual melalui operator.
Era Aplikasi Smartphone
Tahun 2015, Gojek meluncurkan aplikasi mobile yang mempermudah pemesanan ojek, memantau posisi driver, dan melakukan pembayaran non-tunai.
Model ini langsung menarik perhatian karena lebih aman, cepat, transparan, dan praktis.
Munculnya Kompetitor
Setelah Gojek sukses, GrabBike (dari Grab) masuk ke Indonesia tahun 2015.
Persaingan ini membuat layanan berkembang pesat, harga jadi lebih terjangkau, dan promo melimpah.
Perluasan Layanan
Ojol tidak hanya mengantar orang, tetapi juga makanan (GoFood, GrabFood), paket (GoSend, GrabExpress), belanja, hingga layanan rumah tangga.
Dampak Sosial & Ekonomi
Memberikan lapangan pekerjaan bagi jutaan driver di Indonesia.
Mempermudah mobilitas masyarakat dan mengubah cara orang memesan transportasi & makanan.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi cerita singkat bergaya narasi inspiratif tentang kisah lahirnya ojol, biar lebih cocok untuk konten media sosial.
Mau saya buatkan?
Komisi untuk aplikasi ojol di Indonesia bervariasi tergantung perusahaan (Gojek, Grab, Maxim) dan jenis layanan (antar penumpang, makanan, paket).
Berikut gambaran umum potongan/komisi aplikasi ojol:
1. Layanan Antar Penumpang (GoRide, GrabBike, Maxim)
Gojek & Grab: Rata-rata potongan 15%–20% dari tarif perjalanan.
Maxim: Lebih kecil, sekitar 10% atau bahkan di bawahnya.
Contoh: Tarif Rp20.000 → driver menerima sekitar Rp16.000 (20% komisi).
2. Layanan Antar Makanan (GoFood, GrabFood)
Komisi lebih besar karena melibatkan merchant:
Merchant: Potongan 15%–25% dari harga jual makanan.
Driver: Potongan 15%–20% dari ongkir.
Contoh: Ongkir Rp10.000 → driver terima Rp8.000 (20% komisi).
3. Layanan Kirim Barang (GoSend, GrabExpress)
Mirip layanan penumpang, potongan sekitar 15%–20% dari ongkos kirim.
4. Skema Bonus
Banyak driver mengandalkan insentif/bonus jika menyelesaikan target order harian atau mingguan.
Bonus bisa menutupi potongan komisi, bahkan menambah pendapatan.
Kalau mau, saya bisa buatkan tabel detail perbandingan komisi Gojek, Grab, dan Maxim terbaru 2025 biar jelas bedanya.
Mau saya buatkan?
Jam kerja untuk abang ojol di Indonesia sebenarnya tidak diatur ketat oleh perusahaan, karena mereka berstatus mitra (bukan karyawan). Jadi, mereka bebas menentukan sendiri kapan online atau offline.
Tapi, ada beberapa hal penting soal jam kerja ojol:
1. Rata-rata Jam Kerja Ojol - dash88
Ojol full-time: biasanya online 8–12 jam per hari, terbagi menjadi 2 shift (pagi–siang, sore–malam).
Ojol part-time: 3–6 jam per hari, biasanya di jam ramai (rush hour).
2. Jam Ramai (Peak Hours)
Jam-jam ini biasanya order banyak, sehingga banyak ojol memilih online:
Pagi: 06.00 – 09.00 (antar orang kerja/sekolah, sarapan, GoFood pagi).
Siang: 11.00 – 13.00 (makan siang).
Sore–Malam: 16.00 – 21.00 (pulang kerja, makan malam, antar paket).
3. Batasan dari Aplikasi
Gojek & Grab biasanya membatasi maksimal 12 jam online per hari untuk alasan keselamatan.
Setelah mencapai batas itu, driver harus istirahat minimal beberapa jam sebelum bisa online lagi.
4. Faktor yang Memengaruhi Jam Kerja
Target pendapatan (semakin lama online, biasanya semakin besar penghasilan).
Lokasi mangkal (kota besar punya order lebih banyak).
Kondisi cuaca (hujan deras kadang justru membuat order makanan naik, tapi penumpang turun).